Jumat, 09 Maret 2012

METODE PENALARAN

Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif

Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.
Ada 3 macam penalaran induktif :
1. Generalisasi
=> Merupakan penarikan kesimpulan umum dari pernyataan atau data-data yang ada.
=> Dibagi menjadi 2 :
a. Generalisasi Sempurna / Tanpa loncatan induktif
=> Fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan.
Contoh :
- Sensus Penduduk.
- Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, baja memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jadi, jika dipanaskan semua logam akan memuai.
b. Generalisasi Tidak Sempurna / Dengan loncatan induktif
 => Fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada.
Contoh : Setelah kita menyelidiki sebagian bangsa Indonesia bahwa mereka adalah manusia yang suka bergotong-royong, kemudian kita simpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang suka bergotong-royong.
2. Analogi
=> Merupakan penarikan kesimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Pada analogi biasanya membandingkan 2 hal yang memiliki karakteristik berbeda namun dicari persamaan yang ada di tiap bagiannya.
=> Tujuan dari analogi :
- Meramalkan kesamaan.
- Mengelompokkan klasifikasi.
- Menyingkapkan kekeliruan.
=> Contoh :
Leeteuk adalah personil Super Junior.
Leeteuk berbakat di semua bidang hiburan.
Yesung adalah personil Super Junior.
Oleh sebab itu, Yesung berbakat di semua bidang hiburan.
3. Kausal
=> Merupakan proses penarikan kesimpulan dengan prinsip sebab-akibat.
=> Terdiri dari 3 pola, yaitu :
a. Sebab ke akibat => Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat ke kesimpulan sebagai efek.
Contoh : Karena terjatuh di tangga, Kibum harus beristirahat selama 6 bulan.
b. Akibat ke sebab => Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat ke kejadian yang dianggap penyebabnya.
Contoh : Jari kelingking Leeteuk patah karena memukul papan itu.
c. Akibat ke akibat => Dari satu akibat ke akibat lainnya tanpa menyebutkan penyebabnya.

Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.Contoh; Jika meneliti konsumsi rumah tangga untuk minyak, maka sebelum turun ke lapangan yang dipersiapkan adalah teori konsumsi, permintaan dan penawaran barang, dll; pertanyaan yang akan diajukan sudah jeas dan hampir baku, sampelnya jelas, dll artinya sudah disiapkan semua tinggal cari data.

Macam-macam silogisme;
• Silogisme kategoris: terdiri dari proposisi-proposisi kategoris.
• Silogisme hipotesis: salah satu proposisinya berupa proposisi hipotesis.
• Silogisme Alternatif : pemecahan masalah/pengambilan kesimpulan/keputusan akhir.

Misalnya contoh silogisme:
Premis 1 : Bila hujan, maka jalanan basah
Premis 2 : Sekarang hujan
Konklusi : Maka jalanan basah.

Bandingkan dengan jalan pikiran berikut:
Premis 1 : Bila hujan, maka jalanan basah
Premis 2 : Sekarang jalanan basah
Konklusi : Maka hujan.



Sumber :


http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://eziekim.wordpress.com/2011/02/13/penalaran-i-metode-induktif/
http://aderiska-pilyang.blogspot.com/2011/02/metode-penalaran-deduktif.html

Kesalahan Dalam Penalaran

Kesesatan adalah kesalahan yang terjadi dalam aktivitas berpikir karena penyalahgunaan bahasa (verbal) dan/atau relevansi (materi) . Kesesatan (fallacia,fallacy) merupakan bagian dari logika yang mempelajari beberapa jenis kesesatanpenalaran sebagai lawan dari argumentasi logis.
Kesesatan karena ketidaktepatan bahasa antara lain disebabkan oleh pemilihan terminologi yang salah sedangkan ketidaktepatan relevansi bisa disebabkan oleh :
(1) pemilihan premis yang tidak tepat (membuat premis dari proposisi yang salah), atau
(2) proses penyimpulan premis yang tidak tepat (premisnya tidak berhubungan dengan
      kesimpulan yang akan dicari).


Menurut Sumarsono, seasat piker adalah proses penalaran atau argumentasi yang sebenarnya tidak logis, salah arah, menyesatkan, suatu gejala berpikir yang salah yang disebabkan pemaksaan prinsip – prinsip logika tanpa memperhatikan relevansinya. Kesesatan penalaran terdapat pada siapa saja bukan kesesatan dalam fakta – fakta, tetapi dari bentuk penarikan kesimpulan yang salah karena tidak dari premis – premis yang menjadi acuan

Jenis-jenis kesalahan
1. Kesalahan  formal

a. Kesalahan karena menggunakn term.
Kesalahan berfikir karena menggunakn empat term dalam silogisme. Ini terjadi karena term penengah diartikan ganda, sedang patokan yang seharusnya terdiri dari tiga term, seperti : semua perbuatan menganggu orang lain diancam dengan hukuman.
b. Kesalahan karena kedua term tidak mencakup
Kesalahan karena tidak satupun dari kedua term penengah mencakup, seperti : Orang terlalu banyak belajar kurus. Dia kurus sekali karena itu tentulah ia rajin belajar.
c. Kesalahn karena menolak sebab
Kesalahan dalam silogisme hipotetika karena mengingkari sebab kemudian disimpulkan bahwa akibat juga terlaksana, seperti : jika permintaan bertambah maka harga naik. Nah, sekarang permintaan tidak bertambah, jadi harga tidak naik.
d. kesalahan karena tidak kosisten
Kesalahan berfikir karena tidak runtutnya pertanyaan yang diakui sebelumnya, seperti : Anggaran dasar organisasi kita sudah sempurna, kita perlu melengkapi beberapa fasal agar komplit.

2. Kesalahan informal

a. kesalahan membuat generalisasi yang terburu – buru
Kesalahan berfikir tergesa – gesa membuat generalisasi, mengambil kesimpulan umum dari kasus individual yang terlampau sedikit, sehingga kesimpilan yang ditarik melampaui batas lingkungannya.

b. Kesalahan karena memaksakan praduga
Kekeliruan karena menetapkan kebenaran suatu dugaan
seperti : seorang pegawai datang kekantor dengfan luka goresan dipipinya. Seseorang menyatakan bahwa istrinyalah yang melukai, padahal goresan besi pagar.
c. Kesalahn karena mengunakan permasalahan
Kesalahan berfikir karena mengambil konklusi dan premis yang sebenarnya harus dibuktikan dahulu kebenarannya, seperti : Allah itu mesti ada karena ada bumi, disini orang yanmg membuktikan bahwa allah itu ada dengan dasar adanya bumi, tetapi tidak dibuktikan bahwa bumi adalah ciptaan allah.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Kesesatan
http://zamroniye.wordpress.com/2011/06/11/kesalahan-dalam-berfikir/

Mobil ESEMKA

Memang tidak dapat di pungkiri kemajuan teknologi yang semakin canggih. Terutama pada otomotif kendaraan yang semakin maju dan canggih. Seperti yang kita ketahui, kendaraan sangat penting di zaman era globalisasi seperti ini, apalagi kendaraan beroda empat seperti mobil, yang banyak diminati leh masyarakat, karena kegunaannya yang lebih maximal dibanding kendaraan sepeda motor. Selain itu mobil semakin maju dan semakin banyak di produksi oleh negara-negara maju yang mampu menghasilkan mesin dan design mobil yang canggih. Oleh karena itu banyak pilihan dan variasi yang membuat para user tertarik untuk membelinya. Tentu harganya tidak murah, dikarenakan negara Indonesia masih meng import mobil-mobil mewah tersebut. Sedangkan negara indonesia belum bisa menciptakan dan merakit mesin mobil. Sehingga SDM masih sangat lemah untuk bidang otomotif di negeri kita yang tercinta ini, serta kurang adaya dukungan dari pemerintah untuk mesuport hal tersebut.

Sampai akhirnya, suatu saat anak-anak bangsa yang sedang menimba ilmu di sekolah menengah kejuruan (SMK) telah menunjukan hasil kreatifitasnya yaitu dengan menghasilkan sebuah mobil ciptaannya. Hal seperti ini sungguh mengejutkan bangsa dan negara karena merupakan suatu kebanggan. Sampai saat ini, mobil esemka sedang dalam tahap uji emisi, yaitu untuk diuji kelayakan dari mobil tersebut apakah lulus standarisasi mesin atau tidak . Jika lulus standarisasi maka akan diproduksi untuk public, dan akan diproduksi banyak untuk masyarakat.

Setelah melakukan tahap uji emisi, mobil esemka dinyatakan gagal atau tidak lulus tahap standarisasi. Hal ini, seharusnya tidak membuat patah semangat bangsa Indonesia. Masalah seperti ini, dapat ditangani dengan cara semakin mendukung kreativitas yang sudah ada, untuk dikembangkan. Dengan dukungan yang kuat seperti memperkuat fasilitas dan peningkatan mutu pembelajaran otomotif maka, mobil esemka dapat menjadi mobil yang layak standarisasi dan dapat dipublikasikan.

Hasil kreativitas anak bangsa Indonesia menjadi sorotan masyarakat dan bahkan berbagai opini di lontarkan. Berdasarkan sebagian opini masyarakat yang saya teliti, berkata : ”ya saya bangga dengan hasil kreativitas bangsa Indonesia dan saya turut mendukung kesuksesan tersebut”. Akan tetapi, sebagian masyarakat berpendapat : ”ah klo sayalebih baik menggunakan mobil bermerek yang sudah pasti dari luar negeri,selain mesinnya terjamin suku cadangnya juga banyak dan mudah”. Menurut saya pribadi, sebagai penulis artikel ini, pendapat masyarakat yang lebih suka menggunakan mobil import tersebut tidak mencerminkan samasekali sebagai bangsa Indonesia yang cinta tanah air. Seharusnya menurut saya, kita harus bangga terhadap hasil kreativitas bangsa. Dengan adanya kreativitas ini merupakan awal cikal bakal kemajuan bangsa kita. Saya harapkan pemerintah juga turut mendukung seperti, pembuatan suku cadang yang menyebar di daerah-daerah. Hal ini nantinya menyebabkan masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan suku cadang tersebut. Dengan sendirinya mobil esemka banyak diminati oleh masyarakat dan menjadi popular di negara kita.

Harapan saya kedepannya, INDONESIA BERHENTI MENGIMPOR mobil luar, Dan mulai MENGEXPORT ^^ amiiiin



SOFTSKIL

Softskills adalah sebuah istilah dalam sosiologi tentang EQ (Emotional Intelligence Quotient) seseorang, yang dapat dikatagorikan /klusterkan menjadi kehidupan sosial, komunikasi, bertutur bahasa, kebiasan, keramahan, optimasi.

Konsep tentang soft skill sebenarnya merupakan pengembangan dari konsep yang selama ini dikenal dengan istilah kecerdasan emosional (emotional intelligence). Soft skill sendiri diartikan sebagai kemampuan diluar kemampuan teknis dan akademis, yang lebih mengutamakan kemampuan intra dan interpersonal.

Secara garis besar soft skill bisa digolongkan ke dalam dua kategori :intrapersonal dan interpersonal skill. Intrapersonal skill mencakup : self awareness (self confident, self assessment, trait & preference, emotional awareness) dan self skill ( improvement, self control, trust, worthiness, time/source management, proactivity, conscience). Sedangkan interpersonal skill mencakup social awareness (political awareness, developing others, leveraging diversity, service orientation, empathy dan social skill (leadership,influence, communication, conflict management, cooperation, team work, synergy)

Pentingnya Softskill
Mengapa ?. Dunia kerja percaya bahwa sumber daya manusia yang unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran hard skill saja tetapi juga piawai dalam aspek soft skillnya. Dunia pendidikanpun mengungkapkan bahwa berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% oleh hard skill dan sisanya 80% oleh soft skill.

sumber : http://sinauonline.50webs.com/Pentingnya%20Softskill.html
              staffsite.gunadarma.ac.id/edi_mp/index.php?stateid...id...part...

HARDSKILL

Hardskill adalah keterampilan teknis yang melekat atau dibutuhkan untuk profesi tertentu.
Contoh: insinyur mekanik membutuhkan keterampilan bekerja dg permesinan, programmer harus menguasai teknik pemrograman dg bahasa tertentu.

Hardskill sudah pasti dibutuhkan untuk bisa bekerja dengan tepat tujuan. Namun adalah softskill yang bisa membuat seseorang bisa betul-betul bekerja dan dipertimbangkan untuk naik ke tingkatan karir atau jabatan lebih tinggi. Ini karena softskill menentukan kemampuan seseorang dalam menyikapi pekerjaannya, organisasinya, rekan kerjanya, dan para client-nya.
Softskill tidak hanya terbatas pada lingkup pekerjaan, namun juga sampai pada kehidupan sosial dan berumahtangga. Softskill tidak hanya berkisar pada keterampilan komunikasi, namun juga melingkupi kemampuan untuk mengelola stres, kemampuan untuk mengelola disiplin pribadi, dan kemampuan untuk memecahkan masalah.

Seorang siswa/mahasiswa tidak hanya sekedar perlu memiliki keterampilan teknis terkait pekerjaan yang diidamkan dan diincarnya. Kita tak boleh lupa bahwa di saat bekerja nanti kita juga akan bekerja dalam tim, harus melaporkan kerja kita kepada seseorang, menghadapi tekanan kerja, melakukan presentasi, mengirimkan pesan email secara sopan, dan lain sebagainya. Untuk itu, maka keterampilan teknis (hardskill) tidaklah cukup. Hardskill sangatlah penting, namun belumlah cukup untuk mengantar seseorang menuju sukses.

sumber : http://www.edunimasi.com/pentingnya-hardskill-dan-softskill.html


Senin, 21 November 2011

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN WEB

KELEBIHAN WEB

web adalah sebuah bagian yang ada pada dunia maya yang mempunyai jutaan informasi yang kita butuhkan dan kita dapat mendapat semua informasi tersebut. Web saat ini sudah sangat banyak dari yang konten berbayar sampai konten yang free. Tapi, dari keseluruhan web ada kelebihan dan kekurangan. Pertama, kita bahas kelebihan sebuah web misalnya kaskus.us. situs tersebut sangat familiar di Indonesia karena situs tersebut menyediakan apa saja diantaranya ada computer, jokes, movie, games, music, kurs mata uang dunia, dll. Begitu banyak category yang ditawarkan oleh situs kaskus yang didirikan oleh anak Indonesia. Dikaskus semua tersedia, jika kita ingin melihat film kita tinggal pilih categories movie. Lalu, jika ingin menukar nilai mata uang tida ada salahnya melihat terlebih dahulu kurs mata uang yang kita inginkan ada dilevel berapa. Benar-benar sebuah web yang sangat lengkap. Sampai saat ini, begitu banyak orang yang membuka situs ini, apalagi dikaskus kita dapat menjual atau membeli barang yang kita inginkan. Begitu banyak orang yang menjual/ membeli barang dikaskus karena beberapa alasan dintaranya lebih mudah dalam mencari barang karena banyak barang yang tersedia, lalu kita dapat memilih dan posting pemesanan sebelum bertatap muka dengan orang yang mempunyai barang, terlebih lagi keesifienan waktu dan tempat yang orang cari saat ini. Bila kita sudah fix dengan barang yang kita inginkan, kita tinggal membayar dengan bertemu dengan penjual barang atau melalui auto debet yang mudah dan simple.

KEKURANGAN WEB
Tapi, dari itu semua pasti ada dampak negative yang selalu mengintai. Salah satu yang paling banyak terjadi adalah kasus penipuan. Banyak para oknum yang ingin memanfaatkan suatu web untuk kepentingan diri sendiri. Pada kaskus, proses jual-beli yang ada kadang ada yang menipu dengan menjual barang palsu. Pada gambar yang ditampilkan, barang tersebut terlihat mulus dan dalam kondisi baik. Ternyata pada saat barang diterima dan selang beberapa waktu barang tersebut rusak. Pada saat dibawa servis, ternyata banyak komponen utama yang sudah diganti dengan barang aspal (asli tapi palsu). Begitu ruginya pembeli yang telah ditipu seperti itu. Lalu, ada lagi pada saat proses transaksi kita telah sepakat dengan harga dan proses pengiriman. Setelah uang kita transfer, kita tinggal menunggu pengiriman barang sesuai perjanjian tapi, barang tersebut tidak juga dikirim. Begitu banyak sisi negative dari sebuah web dan semua tergantung ke masing-masing pihak dalam bertransaksi apalagi transaksi dalam dunia online.

Senin, 14 November 2011

Tugas B.Indo Kedua

1.
A.) Jelaskan perbedaan topic, tema dan judul!
Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran dalam membuat suatu tulisan. Di setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat. Dalam menulis cerpen,puisi,novel,karya tulis, dan berbagai macam jenis tulisan haruslah memiliki sebuah tema. Jadi jika diandaikan seperti sebuah rumah, tema adalah atapnya.
Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan. Topik yang masih awal tersebut, selanjutnya dikembangkan dengan membuat cakupan yang lebih sempit atau lebih luas. Terdapat beberapa kriteria untuk sebuah topik yang dikatakan baik, diantaranya adalah topik tersebut harus mencakup keseluruhan isi tulisan, yakni mampu menjawab pertanyaan akan masalah apa yang hendak ditulis.
Judul adalah perincian atau penjabaran dari topik. Judul lebih spesifik dan sering telah menyiratkan permasalahan atau variabel yang akan dibahas. Judul tidak harus sama dengan topik. Jika topik sekaligus menjadi judul, biasanya karangan akan bersifat umum dan ruang lingkupnya sangat luas Judul dibuat setelah selesai menggarap tema, sehingga bisa terjamin bahwa judul itu cocok dengan temanya.

B.) Bagaimana cara membatasi topic ?
Cara membatasi sebuah topik dapat dilakukan dengan mempergunakan cara sebagai berikut:
1.Tetapkanlah topik yang akan digarap dalam kedudukan sentral.
2.Mengajukan pertanyaan, apakah topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat dirinci lebih lanjut? Bila dapat, tempatkanlah rincian itu sekitar lingkaran topik pertama tadi.
3.Tetapkanlah dari rincian tadi mana yang akan dipilih.
4.Mengajukan pertanyaan apakah sektor tadi masih dapat dirinci lebih lanjut atau tidak.


2.
A.) Sebutkan dan jelaskan manfaat Outline!
Manfaat Outline
1. Untuk menjamin tulisan terarah,dan konseptual
2. Untuk menyusun krangka karangan secara teratur
3. Membantu penulis melihat gagasan dalam kilas pandang,sehingga tulisan memiliki hubungan timbal balik yang disajikan dengan baik
4. Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda – beda
5. Menghindari penggarapan topik lebih dari dua kali atau lebih
6. Memudahkan penulis mencari materi pembantu

B.) Bagaimana langkah-langkah membuat Outline?
1. Menentukan tema dan judul
Tema adalah pokok persoalan, permasalahan, atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan.
Judul adalah kepala karangan. Misalkan tema cakupannya lebih besar dan menyangkut pada persoalan yang diangkat sedangkan judul lebih pada penjelasan awal (penunjuk singkat) isi karangan yang akan ditulis.
2. Mengumpulkan bahan
Bahan yang menjadi bekal dalam menunjukkan eksistensi tulisan, banyak cara mengumpulkannya, masing-masing penulis mempunyai cara masing – masing sesuai juga dengan tujuan tulisannya.
3. Menyeleksi bahan
Agar tidak terlalu bias dan abstrak, perlu dipilih bahan-bahan yang sesuai dengan tema pembahasan. polanya melalui klarifikasi tingkat urgensi bahan yang telah dikumpulkan dengan teliti dan sistematis.


3.
A.) Sebutkan dan Jelaskan Unsur-unsur alinea!
(1)   Ide Pokok
(2) Kalimat topik
(3) Kalimat pengembang
(4) Kalimat penegas
(5) Transisi

B.) Jelaskan ciri-ciri kalimat utama dan kalimat penjelas!
Ciri-ciri kalimat utama:
a.Biasanya diletakkan pada awal paragraph, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian akhir paragraph.
b.Suatu kalimat berisikan kalimat utama ditandai oleh kata-kata kunci seperti:
Sebagai kesimpulan….
Yang penting….
Jadi, …..
Dengan demikian…
c. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat penjelas.
2. Kalimat Penjelas adalah kalimat yang berisi gagasan yang mendukung atau menjadi penjelas kalimat utama. Kalimat-kalimat penjelas tersebut dalam setiap paragraph harus membentuk satu kesatuan gagasan.
Ciri-ciri kalimat penjelas:
a. Berisi penjelasan seperti:
Contoh-contoh
Rincian
Keterangan
Dll.
b. Kalimat penjelas biasanya memerlukan kalimat penghubung.
c. Selalu menghubungkan kalimat-kalimat dalam paragraph.C.) Sebutkan dan jelaskan macam-macam alinea

Macam-macam alinea itu ada tiga yaitu :

1. Alinea Pembuka
Alinea pembuka merupakan bagian dari sebuah wacana atau karangan yang paling pertama kita temui. oleh karena situ, sebaiknya alinea pembuka itu disusun secara menarik agar memunculkan rasa ingin tahu kepada para pembaca. Dalam alinea pembuka sangat diharapkan dapat membimbing para pembaca untuk memasuki suatu jalan cerita atau isi dari wacana atau dengan kata lain alinea pembuka ini menyiapkan para pembaca untuk memasuki alinea isi. Rumusan alinea pembuka yang baik akan menjadi pedoman untuk pengembangan karangan menuju tingkat selanjutnya. Dengan pedoman itu maka akan tercapainya suatu kepaduan pada dalam sebuah wacana atau karangan.

2. Alinea Isi
Alinea isi merupakan suatu ide pokok beserta pengembangannya dalam sebuah wacana atau karangan. Oleh karena itu, alinea isi merupakan bagian yang esensial dalam suatu wacana atau karangan. Maksudnya adalah alinea isi menjelaskan dengan cara menguraikan bagian-bagian ide pokok tersebut. Dalam menjelaskannya harus disusun dengan berurutan dan sesuai dengan asas-asas penalaran yang masuk akal atau logis.

3. Alinea Penutup
Alinea penutup merupakan alinea-alinea yang mengakhiri atau menutup suatu wacana atau karangan. Alinea ini merupakan kebulatan dari masalah-masalah yang dikemukakan pada bagian wacana atau karanan sebelumnya. Selain itu alinea penutup juga harus mengandung kesimpulan yang benar-benar mengakhiri uraian wacana atau karangan tersebut. Karena bertugas untuk mengakhiri suatu wacana, maka alinea penutup yang baik ialah yang tidak terlalu panjang, tetapi juga tidak terlalu pendek. Akan tetapi, alinea penutup harus menimbulkan kesan tersendiri bagi para pembaca.